Senin, 18 November 2013

LEPAS DAN BEBASLAH




Pengkhianat, jika kau bersamanya, kau malah memikirkan orang lain. Mendua, iya kau sedang menduakan hatimu. Siapa yang ada bersamamu, tapi hatimu tidak terpaut padanya. Ini semacam bentuk pelarian.
Aku tidak ingin terus begini. sudah cukup kurasa menyakitinya dengan terus memikirkanmu ketika masih bersamanya. Jahat namanya jika aku asyik membayangkanmu sementara yang berbicara denganku bukan kamu. Maka…
Aku tidak sanggup menjalani hubungan ini. Entahlah! Sebelum dia melepaskanku  ketika aku mulai benar-benar melupakanmu, aku harus rela melepasnya. Aku rindukan kesendirian. Dengan begitu tidak ada yang terkhianati jika aku sibuk memikirkanmu. Kamu yang kutahu tak mungkin memikirkanku.
Aku tertawa, tapi menangis. Jadi, biarkan saja aku menangis, tapi bahagia.
Semuanya selesai, sayang. Seperti apa kita dulu, maka begitulah harusnya kita. Teman! Itu saja, ya. Aku tidak bisa, kecuali suatu hari nanti memang kita berjodoh. Carilah orang yang bisa mencintaimu sepenuh hati, dan itu bukan aku. Mungkin suatu hari nanti iya, tapi tidak sekarang. Aku rindu kesendirianku. Bukan… Bukan kamu yang salah. Tapi aku yang tak pantas untukmu. Aku  ini seorang gadis yang munafik. Dan aku sangat rindu kesendirianku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan malu- malu untuk berkomentar. Silahkan berikan komentar terbaik anda ^_^ Xie Xie Ni