Jumat, 16 September 2016

DILWALE: New Face of Pyaar Ke Liye


September, tepat setahun yang lalu (sepertinya) saya posting kabar baik tentang naskah saya yang mau terbit. Berjudul Pyaar Ke Liye, dan excited banget sama kelahirannya. Tapi sepertinya Allah lagi menguji saya. Setelah novel Allien Cungkring tiga tahun lalu batal terbit, tahun lalu novel tersebut batal terbit juga. Jangan tanya gimana perasaan saya. Hancur banget! Waktu Allien Cungkring batal terbit, saya cuma berseru--oohh, gitu ya mbak? Yaudah deh nggak apa-apa. Meski kesel nggak jadi terbit, tapi saya tetap baik-baik aja. Nggak sehancur waktu novel Pyaar Ke Liye itu batal. Saya nggak cuma nangis, tapi guling-guling. Sesek banget!
Cover lama Pyaar Ke Liye

Mungkin karena ngerasa perjuangan bareng novel yang awalnya saya kasih judul Humdard itu berat banget. Butuh riset seumur hidup. Karena suka India nggak bisa cuma karena Serial India lagi tayang di Indonesia. Saya harus familiar dulu sama negaranya. Tahu apa yang tabu di sana dan bagaimana logat orang-orang sana. Seru-seruan akrab ataupun seruan formalnya. Enggak bisa kalau cuma setahun dua tahun. Faktanya, saya tahu all about India sejak kecil lewat film Bollywood. #nyengir.

Dan waktu dapet kabar Pyaar Ke Liye batal terbit itu rasanya, lebih nyesek lah dibanding diputusin pacar atau dijauhi gebetan. Ada kali dua bulanan saya nangis tiap inget Pyaar Ke Liye batal terbit. Dan tempat saya berkeluh kesah cuma Allah SWT. Tiap malam tanya solusi dan akhirnya Allah pun memberikan saya jawaban berupa Universal Nikko.

Sekitar bulan Februari, Pyaar Ke Liye saya tawarkan pada pemilik Nikko, Appa Mayoko Aiko yang sangat baik hati dan tidak sombong. Saya juga berkeluh-kesah padanya. Dan surprise-nya beliau melihat naskah saya ini unik. Belum ada menulis naskah seperti ini sebelumnya. Beliau tertarik asal saya menjaga keunikan tersebut dengan mengkarakterkan India ke diri saya bukan hanya sebagai karya saya. Saya langsung bilang, "Appa, saya udah begitu sebelum naskah ini saya tulis." Beliau langsung berdiskusi sama Pimred, Teh Cantik Teh Eva Sri Rahayu. Dan sambutannya sama. Tertarik sekali. "Ini bisa jadi terobosan baru buat dunia literatur." Begitu kata Teh Eva kira-kira waktu itu. Duh rasanya bahagia banget. Alhamdulillah aja nggak cukup buat mempresensikan rasa syukur saya. 

Dan setelah kerja keras tim beberapa bulan, Pyaar Ke Liye akhirnya menunjukkan wajah barunya.

Wajah Baru Pyaar Ke Liye
Proses pembuatan wajah baru PKL ini pun nggak singkat. Karena aku bawel banget terutama untuk pembuatan kaver. Kebetulan yang bikin ini Gege Paulus Nugroho, tim Nikko yang sebelumnya sering banget share film-film Asia--Asia lho, mencakup Korea, Taiwan, India, Thailand, Jepang, makanya aku agak bingung kenapa waktu TV atau penerbit nyebutin kategori Asia itu cuma sebatas Korea, Taiwan, dan Jepang padahal kan India masuk Asia. *skiip aja bagian ini
Ge Paul--begitulah panggilan sayang saya, ini orangnya asik banget. Ketika saya kasih beberapa gambar buat ngedukung mood doi ngegambar, Ge Paul langsung excited.
 
Kenapa judulnya Dilwale, bukan karena waktu itu film Shah Rukh Khan dan Varun Dhawan terbaru lagi tayang sih. Diganti judul Dilwale karena Pyaar Ke Liye itu nggak marketable menurut Teteh Pimred. Alasan keduanya karena Dilwale sendiri berarti 'Hati pemberani' dan dua kata itu mewakili karakter si cowok banget. Nggak cuma karakter cowoknya, karakter ceweknya di sini juga bisa dibilang berani. Alasan ketiganya, mungkin saya suka film Dilwale Dulhania Le Jayenge pake BANGET! Jadilah kesepakatan Pyaar Ke Liye menjadi Dilwale. 


Waktu saya posting cover Dilwale di Instagram @xharders, sempet ada yang nanyain. Itu nggak apa-apa pake judul Dilwale? Hak ciptanya gimana? Waduh! Saya ngakak bacanya. Serius banget ya? Tapi di lain sisi saya seneng sih, nih orang responsif banget sama postingan saya. Dan barang kali pembaca lainnya juga sempat bertanya, alangkah baiknya saya berikan jawabannya sekarang.

Dilwale itu sebuah kosa kata dalam bahasa India yang bisa diartikan sebagai 'Hati Pemberani' dan pemilik kata itu sendiri ya India beserta isinya. Sama dengan artinya, milik Indonesia beserta isinya. Jadi kalau ada orang mau pake 'Hati Pemberani' sebagai judul film, judul sinetron, judul buku, judul dagangan, it's oke. No hard feeling atau sampai izin negara segala. Hei, that word milik semua orang. Pakai saja nggak perlu izin segala dan nggak akan dituntut karena hal itu nggak melanggar peraturan atau hak cipta. Begitupun dengan Dilwale. Nggak akan dituntut sama yang punya film Dilwale, karena toh film berjudul Dilwale nggak cuma yang dibintangi SRK doang. Bejibun Dilwale yang telah dibikin filmnya sepanjang sejarah perfilm-an India. Jadi pemberian Judul Dilwale di novel bukan sesuatu yang fatal.

Meski novel Dilwale ini sebenarnya terinspirasi dari DDLJ, Dilwale bukanlah hasil plagiasi film tersebut ataupun film berjudul sama. Adegan yang saya creat di dalam novel hanya imajinasi belaka. Bukan gabungan dari DDLJ ataupun film lainnya. Ada satu adegan yang iconic banget di DDLJ saya sertakan di dalamnya, sebagai tanda sukanya saya sama film spesifiknya adegan tersebut tanpa bermaksud untuk memplagiasi. *Toh ada penulis novel best-seller Indonesia yang menggunakan nama pena india juga pernah menggunakan beberapa adegan iconic film India yang saya anggap sebagai tanda sukanya dia sama film tersebut.

Sedikit spoiler, karakter wanita di dalam Dilwale sangat menyukai film Bollywood khususnya DDLJ, jadi jangan heran jika beberapa dialog sengaja saya sematkan untuk memperkuat karakter si gadis. Namun begitu, sumber dialog tersebut saya sebutkan di dalam footnote.

Berikut blurb alias sinopsis back cover Dilwale,

Dear Papa….

Sejak kecil kau telah memilihkan banyak hal untukku.
Nama, mainan, teman, sekolah bahkan pekerjaan.
Tidak bisakah kali ini aku memilih teman hidupku sendiri, Papa?
Aku hanya ingin hidup dengan laki-laki yang kucintai bukan yang akan kucintai.
Lelaki yang akan membuatku bersedia meninggalkan duniaku dan berbagi dunianya.
Aku hanya akan memulai permainan kehidupan ini dengan orang yang tepat. Sebab aku tidak tidak ingin melihat air matamu suatu saat nanti jika aku tidak berhasil mengakhiri permainan dengan kemenangan.

Aku hanya akan menikah dengan Raj-ku, Papa.
Your baby girl as always, Sanjana

***

Dilwale is a sweet love story. Akuberasa nonton film India beneran. Lucu nih kalau sampai kisah cintanya Sanju dan Raj dibikin filmnya.
(Isabella Fawzi, Artis)
Quotes Dilwale

So guys, jangan lupa akhir September ini mampir ke gramedia buat nyulik Dilwale ya. Dijamin kamu akan ngerasa seperti di India atau nonton film India deh.

7 komentar:

  1. Kata dilwale artinya keren. Deep. Perjuangan Kak Viv juga deep. Sempat nangis selama dua bulan juga karena batal dipinang naskahnya. Huhu. Sedih bacanya :(

    Sukses buat novelnya, Kak Viv! 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Icha. Iya syedih banget waktu dikabarin batal huhu kayak ini lhoo... Seolah olah diputusin sama babang VD hihihi

      Hapus
  2. Keren banget kak. perjuangan emang nggak mudah. gue salut sama lu kak, jangan pantang menyerah.

    karya lu harus di baca sama orang-orang. biar orang tau kalo lu punya karya yang unik, beda.

    BalasHapus
  3. Kerennnn.


    Semangat terus untuk promosi bukumu ini ya Vie.

    BalasHapus
  4. Aw ... aw ... nyesek ya kalau udah ACC nggak jadi terbit T.T Tapi syukurlah, akhirnya menemukan jodoh di tempat lain

    BalasHapus

Jangan malu- malu untuk berkomentar. Silahkan berikan komentar terbaik anda ^_^ Xie Xie Ni