Rabu, 03 Juni 2015

Review: BARFI!



Sebelum kalian membukanya secara full, saya hanya mengingatkan bahwa postingan ini akan menjadi panjang. Sebab saya mereview sebuah film yang menurut saya mengajarkan apa itu cinta yang tulus. Cinta yang tidak melulu perihal si tampan dan si cantik juga tidak melulu tentang kesempurnaan fisik. Film ini bercerita bagaimana cinta bekerja dengan caranya sendiri.

‘BARFI!’


Detail Plot:
Di awal filmnya, tampak penampakan seorang lelaki tua sedang membunyikan lonceng kecil untuk membangunkan perawat yang sedang tertidur. Karena Suster tak kunjung datang akhirnya pasien tua itu bangkit sendiri. Menyalakan kamera di atas tripod, lalu menggeser kursi dengan susah payah di depan kamera lalu berbenah, menyisir rambut. Sayang, belum sempat berpose lelaki tua itu sudah terekam oleh kameranya. Setelah itu lelaki tua itu terjatuh dan pingsan. Seseorang dari Rumah Sakit menghubungi seseorang wanita tua, pengajar di sebuah sekolah Tuna Rungu. Wanita itu shock ketika mendapat berita bahwa seorang temannya—lelaki tua itu—tiba-tiba saja pingsan dan kondisinya kritis. Wanita tua bernama Shruti itu pun meninggalkan sekolahnya dan segera pergi ke Darjeeling. Dalam perjalanannya, wanita tua itu mengingat bagaimana dulu, pertemuannya dengan teman lelakinya itu, Barfi! Tentang bagainaba Barfi mengajarinya banyak hal, terutama untuk selalu bahagia.


Cameranya sama euy kayak punya saya

Barfi seorang pemuda tuli dan bisu yang tinggal bersama Ayahnya di Darjeeling. Meskipun ia bisu dan tuli Barfi selalu hidup dengan suka cita dan keanehan yang membuat orang lain tertawa. Kebiasaan uniknya, mengetes orang terdekatnya dengan berdiri di depan tiang listrik yang telah ia gergaji. Barfi bekerja sebagai penjual minuman keras yang sering menjadi bulan-bulanan Inspektur setempat. Sayangnya, Barfi selalu berhasil meloloskan diri sehingga Inspektur gendut yang selalu mengejarnya merasa sial sebab jadwal pensiunnya harus diundur dikarenakan tugas mengejar Barfi belum juga tuntas.

Suatu hari Barfi bertemu dengan seorang gadis pendatang baru di desanya, Shruti. Barfi jatuh cinta pada pandangan pertama. Jauh sebelum Barfi bertemu dengan Shruti, gadis itu telah melihatnya. Saat kedatangannya di Darjeeling, Barfi lah menunjukkan arah pada mereka dengan gayanya yang kocak. Pertemuan selanjutnya, Shruti melihat Barfi di peresmian patung. Sebelum hari peresmian itu terjadi, Barfi dikejar Inspektur Dutta dan berhasil lolos karena bersembunyi di dalam patung. Dan di hari peresmian itu Barfi terlihat baru terbangun di pangkuan si patung.
 

Pada pertemuan pertamanya dengan Shruti, Barfi mengikuti kemanapun Shruti pergi. Termasuk ke sebuah restauran. Barfi menyatakan dengan gayanya yang kocak, bahwa ia menyukai Shruti. Namun dengan tenang Shruti mengatakan bahwa ia telah bertunangan dengan menunjukkan cincin di jari manisnya. Barfi mengerti ucapan Shruti dari gerak bibir yang dilihatnya. Barfi pun patah hati dan menulis sepucuk surat—lewat bantuan sahabat baiknya, Bhola—pada Shruti untuk mengajaknya berteman saja. Shruti pun setuju. Hari-hari berikutnya, Barfi dan Shruti lebih sering menghabiskan waktu bersama. Banyak hal yang dilakukan Barfi dan Shruti sangat menikmati persahabatan mereka. Dan seiring berjalannya waktu, Shruti telah jatuh cinta pada Barfi. Namun sebelum hal itu diungkapkannya pada Barfi, ibunya Shruti telah mewanti-wanti putrinya untuk tidak meninggalkan tunangannya. Ibunya mengatakan bahwa cintanya pada Barfi, si pemuda cacat itu tidak akan mendatangkan kesejahteraan. Barfi pun ditolak oleh Shruti dan keluarganya saat ia melamar Shruti. Barfi patah hati dan menjadi galau.

Masalah lain pun muncul di hidup Barfi. Ayahnya mengalami serangan jantung dan harus dioperasi secepat mungkin. Operasi membutuhkan banyak biaya dan karena ayahnya baru mengalami PHK, Barfi tidak bisa mendapatkan biaya selain menculik anak mantas bos ayahnya—Jhilmil. Sehingga uang tebusannya bisa digunakan untuk operasi. Bersama teman karibnya ia melakukan penculikan Jhilmil, namun sayangnya operasi mereka tidak berhasil karena Jhilmil lebih dulu diculik orang lain. Barfi melaksanakan plan B, berupa perampokan bank. Sialnya lagi, usahanya merampok bank digagalkan oleh Inspektur Datta. Di waktu yang sama, saat Barfi menghindari Ins. Datta, ia menemukan Jhilmil di dalam sebuah mobil penculik dalam keadaan pingsan. Barfi pun mengambil alih mobil itu dan melarikan Jhilmil. Rencananya berhasil. Surat-surat penebusan pun segera dikirim. Setelah Barfi mendapatkan tebusan, semuanya terlambat. Ayahnya sudah tiada. Barfi yang hanya tinggal sebatang kara menjadi semakin galau saat ia harus mengembalikan Jhilmil kepada orang tuanya.

Tisue pingsan-nya jadi diserahkan ke polisi deh

Jhilmil adalah seorang gadis autis yang sebelumnya dibuang ke asrama khusus ‘Muskaan’ disebabkan kedua orang tuanya tidak sanggup mengurusnya. Jhilmil kembali dibawa ke rumah karena kakeknya yang sekarat menginginkannya dan mengancam ayahnya tidak akan mewariskan apapun kepadanya jika Jhilmil tidak kembali. Jhilmil sebenarnya tidak betah tinggal di rumahnya. Ia ingin kembali pulang ke ‘Muskaan’. Namun penculikan itu menahannya beberapa hari di rumah Barfi. Dan saat pengembalian Jhilmil oleh Barfi, Jhilmil malah memilih dikembalikan ke ‘Muskaan’ lewat bantuan Barfi. Barfi yang tidak mengerti malah mengembalikan Jhilmil ke rumah pengasuhnya sejak kecil. Jhilmil tidak mau tinggal sehingga ia mengikuti kemanapun Barfi pergi. Awalnya Barfi tidak menyukainya, namun Barfi tidak punya pilihan lain selain membawa Jhilmil ikut bersamanya.


Barfi dan Jhilmil melanglang buana dan berpindah ke Kalkota. Keduanya tinggal bersama. Barfi bekerja di sebuah toko panci, sedangkan Jhilmil hanya tinggal di rumah. Keduanya menjalani hari-hari dengan suka cita. Hingga akhirnya pertemuan Barfi dengan Shruti pun terjadi. Shruti yang merasa rumah tangganya tidak harmonis, berpikir bahwa ia akan kembali bersama Barfi dan meninggalkan suaminya. Namun sayang, niat itu luntur saat Barfi memperkenalkan Jhilmil sebagai kekasihnya. Malam sebelum memperkenalkan Jhilmil sebagai orang terkasih dengan Shruti, Barfi diterpa kebingungan dengan keingin Shruti untuk kembali padanya. Ia pun membuat sebuah test pada Jhilmil, seperti yang pernah dilakukannya pada sahabat karibnya—Bhola dan juga Shruti, Barfi menggergaji tiang listrik dan berdiri di depannya bersama Jhilmil. Saat Bhola dan Shruti ketakutan dan melepaskan tangannya demi menghindari tiang listrik, Jhilmil malah tetap bersama Barfi. Dari sanalah Barfi yakin bahwa ia harus tetap bersama Jhilmil yang tidak akan meninggalkannya dikarenakan masalah apapun.
Barfi ngetes Jhilmil



Adanya Shruti membuat Jhilmil cemburu. Ia merasa Barfi lebih memedulikan Shruti dibanding dirinya. Tanpa disadari Barfi, Jhilmil mulai memerhatikan dirinya yang tidak sama dengan Shruti yang seksi dan mengenakan sari. Dan ketika rasa cemburunya memuncak, Jhilmil pun menghilang. Barfi kelimpungan. Ia sudah mencari Jhilmil ke segala tempat namun perempuan itu tidak ditemukan. Barfi kembali bergundah gulana. Dan sikap Barfi atas kehilangan Jhilmil membuat Shruti sadar bahwa ia tidak lagi mempunyai tempat di hati Barfi. Shruti akhirnya menghubungi Inspektur Dutta untuk membantunya menemukan Jhilmil. Namun sayang ia telah salah paham, dan membuat Barfi kembali dikejar oleh Inspektur Dutta. Shruti yang tidak mengerti kenapa Barfi ditangkap akhirnya mendatangi Barfi yang ditahan di Darjeeling. Dan barulah Shruti tahu bahwa Jhilmil memang hilang dari rumahnya. Namun hingga Barfi terbebas karena kesalahpahaman, Barfi tetap gelisah tentang keberadaan Jhilmil. Barfi banyak merenung dan mengingat-ingat sesuatu tentang Jhilmil dari benda-benda Jhilmil yang tertinggal di rumah. Dan usaha Barfi berhasil. Ia berhasil menemukan telepon ‘Muskaan’, satu-satunya tempat yang mungkin didatangi Jhilmil. Ketika ia sampai di ‘Muskaan’ kepala asrama mengatakan bahwa Jhilmil tidak ada di ‘Muskaan’. Barfi tidak percaya hingga ia berlari mencari Jhilmil sendiri. Usahanya tidak membuahkan hasil, hanya satu jalan pintas baginya. Yaitu melepas sebelah sepatu lantas melemparkannya di setiap jendela ‘Muskaan’ dengan harapan Jhilmil akan melihatnya seperti yang sering ia lakukan pada Jhilmil sedari kecil. Shruti yang melihatnya menjadi terharu dan sangat-sangat sadar bahwa cinta Barfi pada Jhilmil amatlah besar. Melihat kesungguhan Barfi itu pula lah, kepala ‘Muskaan’ tergugah. Semua jendela sudah ia lempari sepatu namun Jhilmil tak kelihatan juga. Barfi pun pulang dengan keputus-asaan. Saat ia hampir jauh, Jhilmil tiba-tiba keluar dari salah satu jendela dan memanggik-manggil Barfi. Sayangnya Barfi tidak mendengarnya, namun Shruti mendengar sehingga Barfi dapat mengetahuinya dari Shruti yang sudah ikhlas ditinggalkan Barfi.


Akhirnya, Barfi dan Jhilmil menikah, dan tinggal bersama mengurus ‘Muskaan’ hingga tua.

Hingga masa tua itu tiba, Shruti berkunjung di hari-hari terakhir Barfi. Dan tidak ada yang menyangka bahwa hari terakhir Barfi juga menjadi hari terakhir Jhilmil. Keduanya meninggal di hari dan waktu yang sama.



Review:
Anurag Basu selaku sutradara sekaligus penulis dan pengagas cerita film Barfi mengemas film ini begitu apik dan penuh kehati-hatian. Hal itu seolah terbukti dengan piala yang berhasil dimenangkan oleh film ini di berbagai ajang penghargaan. Film ini mendapat respon positif dari kritikus Bollywood. Seolah menjadi nilai tambah bagi film ini.  Bersetting Darjeeling tahun 1972, Barfi memiliki alur maju mundur yang jika tidak diperhatikan akan membingungkan penonton. Dibutuhkan fokus mendalam untuk menonton film ini agar tidak bingung saat pergantian alur yang maju mundur. Dan yang selalu saya suka dengan film-film B-Town adalah durasinya yang memungkinkan cerita divisualisasikan dengan pas. Nggak kecepetan dan terkesan terburu-buru. Dan dengan durasi 2 jam 30 menit 44 detik, Barfi tidak memiliki scene menyanyi sambil menari yang banyak membuat khalayak menonton film-film B-town.

Karakter
Ranbir Kapoor as Barfi
Meski berperan sebagai pemuda tuli dan bisu yang tidak mengharuskan Ranbir menghapal dialog, aktingnya tidak bisa diremehkan begitu saja. Ranbir memainkan karakternya sebagai Barfi begitu sempurna. Ranbir banyak memainkan raut wajah di film ini dan saya rasa Ranbir melakukannya dengan cerdas. Proud of you, Ranbir. *kiss

Priyanka Chopra as Jhilmil Chateerjee
Semula peran Jhilmil dipasrahkan Anurag Basu pada Katrina Kaif, sayangnya mantan Salman Khan yang kini berhasil direbut Ranbir Kapoor tersebut menolak peran itu. Basu menjadi dilema. Priyanka Chopra direkomendasikan oleh istrinya namun Basu menolaknya. Ia pun mengadakan Workshop demi mendapatkan pemeran Jhilmil. Dan di sanalah ia bertemu Chopra yang setelah dicasting sangat cocok memerankan Jhilmil. Dan PC benar-benar membuktikan bahwa perannya tidak bisa diragukan lagi. Bahkan saya sendiri tidak yakin kalau yang memerankan Jhilmil itu adalah mantan Miss World 2000 yang sekarang telah melanglang buana ke Hollywood. PC is Superb!


Ileana D’Cruz as Shruti



Ileana membuat debut film B-town nya pada film ini. Meski ia hanya mendapat peran pendukung, tapi karakternya sangat penting dalam film ini. Lantas film ini pula lah yang melambungkan nama dan karirnya di perfilm-an India, Bollywood.
*FYI, Bollywood jelas India. Tapi film India belum tentu film Bollywood, begitu pula dengan artisnya. Sebab film-film di India banyak versinya. Ada film Tamil, Malayyam, Punjab deelel, juga serialnya alias sinetron yang biasa disebut Tellywood—mengadaptasi dari Telenovela. Itu kenapa saya ketawa ngakak waktu awak media sini menyebut Shaheer DKK itu arteeess Bollywood. OMG Hellooo… Memangnya siapa itu Shaheer? << Ini yang nanya artes Bollywood, Jacqueline Fernandez loh, bukan saya.

Pesan yang ditangkap:
Barfi! adalah cerita sederhana dari kehidupan masyarakat yang banyak kita temui. Namun pesan yang disampaikan dari film ini begitu mendalam. Tentang sebuah cinta yang tulus dari dua orang yang memiliki kekurangan dan keterbatasan fisik. Tentang sebuah cinta yang tak melulu tentang si cantik dan si tampan yang sempurna dan memiliki kelebihan materi. Film ini mengajarkan bahwa bahagia itu cukup sederhana. Dengan cinta semuanya akan menjadi mudah. Iya, begitu. Meskipun awalnya Barfi menyukai Shruti yang cantik namun petualangannya bersama Jhilmil membuatnya menemukan cinta yang baru. Kali ini lebih tulus sebab cintanya Barfi tumbuh berdasarkan waktu dan intensitas pertemuan. Tidak ada alasan lain. Iya, seiring berjalannya waktu cinta Jhilmil dan Barfi bersemi. Bahkan Barfi tetap memilih Jhilmil saat Shruti ingin kembali padanya. Barfi dan Jhilmil mengajarkan cinta tanpa batas dengan segala kekurangan mereka, kesempurnaan bagi mereka ialah bersama.
 







Kelemahan/keganjilan:
Kelemahan dari film ini adalah visualisasi karakter Shruti saat tua. Ileana masih kelihatan muda meski rambutnya udah putih-putih. Tidak terlalu keriput. Begitu pula dengan PC, wajah PC masih kelihatan kencang sewaktu memerankan peran Jhilmil tua. So, karakter saat tua PC dan Shruti tidak begitu berhasil.  Mengenai keganjilan lainnya ada di setting. Basu menggunakan setting tahun 70-an tapi visualisasi yang disuguhkan tampak kekinian tidak seperti  tahun 70-an, jauh berbeda dari film Om Shanti Om karya Farah khan yang juga menggunakan setting awal 70-an yang pakaiannya serba sangat jaduuuuuuuuuuulll…
---------------

Saya begitu menyukai filosopi  Anurag Basu yang disampaikan melalui lakon Barfi yang mengetes kesetiaan Bhola, Shruti dan Jhilmil dengan menggergaji tiang lampu jalanan lantas membawa ketiga orang tersebut berdiri di depan tiang rawan itu sambil berpegangan tangan. Barfi dengan santainya berdiri sementara Bhola dan Shruti ketakutan akan kejatuhan tiang lampu tersebut. Hanya Jhilmil yang tetap memegang Barfi saat tiang itu jatuh, sementara dua lainnya menyelamatkan diri sendiri dan meninggalkan Barfi.

Ngetes Bhola--Gagal!



Ngetes Shruti--juga Gagal
 
Finally, He is found his true love
Secara genre yang mengusung komedi romantis, Basu pun tidak gagal membuat adegan lucu seperti pengejaran Barfi, penculikan Jhilmil yang gagal, juga perampokan di Bank. Mungkin karena pengkarakteran Barfi serupa atau terinspirasi dari perpaduan Charli Caplin dan kakek Ranbir sendiri, Raj Kapoor.

Basu give a birth of Barfi perfectly!

 
Scene paling lucu versi saya






19 komentar:

  1. ya ampun vi... bagus kayanya ya cerita Barfi. India kadang aku juga suka loh. kaya 3 idiots itu. Ini kayanya boleh diicipin...

    BalasHapus
  2. Harus nonton iniii. Sekarang banyak juga yang gak ada nari dan nyanyi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Teh, udah jarang hehe, thank u udah mamppir ya Teh :)

      Hapus
  3. gak sabar pengen nonton.
    seru banget kayanya film ini.
    udah lama gak nonton film india yang bener-bener bagus.
    terimakasih infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tipi pernah tayang kok. Cuman lebih enak nonton versi dvd.

      Hapus
  4. Kalo dibandingin 3 Idiots, mana yg lebih lucu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo menurut sense of humor saya... 3 idiots ga lucu lucu amat. Malah sedih. 😀😀✌✌

      Hapus
  5. Wah seru dan sweet juga ya akhirnya, barfi dan jhimil bisa meninggal bersama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kompakan gitu ya. Yg lahirnya barengan aja gabisa sama gitu meninggalnya. Huah!

      Hapus
  6. Ini pernah tayang nggak sih di TV? Kayaknya gue nggak pernah tau (karena emang nggak pernah nonton film India).

    Secara genre yang diusung adalah komedi, gue jadi penasaran sama film ini. Gue pun suka dengan komedi

    BalasHapus
  7. gag begitu suka sama film india. lebih suka film barat, kalo yg asia sukanya film jepang itupun film horroynya..

    BalasHapus
  8. filmnya bagus dan yang nge-review juga keren
    padahal review dan entah kenapa saya udah langsug paham sama seluruh jalan ceritanya.

    filmnya terkesan mengharukan juga ya
    dan sekarng kyknya film-filmindia udah mulai mengurangi adegan menyanyi dan menarinya ya.
    jdi terkesan tambah bagus tanpa adanya adegan gitu

    BalasHapus
  9. ini film india ya? Saya nggak terlalu suka, lebih suka drama Korea, karena film India kebanyakan menarinya. Tapi reviewnya bagus, alur ceritanya menarik, film india banyak di tonton orang Indonesia

    BalasHapus
  10. Aku kurang suka film india sih, jadi gak terlalu tertarik, padahal waktu kecil aku sering banget di cekokin filmnya sahrulkhan hehehe

    Aku juga kurang suka sama film yang alurnya maju mundur, suka bikin gak fokus. *padahal mah males mikir* hehehe

    BalasHapus
  11. Good revieuw, saya udah nonton dan emang bagus bgt filmnya bikin nangis bikin ketawa jg. Akting para pemainnya the best.

    BalasHapus
  12. Rating imdb cukup terpercaya

    BalasHapus

Jangan malu- malu untuk berkomentar. Silahkan berikan komentar terbaik anda ^_^ Xie Xie Ni