Selasa, 28 Juli 2015

The Another Story of a hero whom comes to take his heroine away-Ramaiya Vastavayya



UFHT! Silakan berpikiran macam-macam karena saya selalu mereview yang berbau Indiaan—especially b-town movie, I mean bollywood. Dan kali ini… saya mau mereview karya Prabudheva—si uler—entah yang keberapa. (Nanti saya akan caritahu karena *sepertinya doi bakal jadi sutradara favorit saya juga. Hahai. Dan saya jamin setelah membaca postingan ini kalian akan berburu filmnya di media online atau langsung membeli dvd bajakannya. Yippie… I bet your teardrops flooding your face! Ha!


Lucu ya posternya
Ramaiya Vastavaiyya diadopsi dari bahasa Telugu—salah satu bahasa daerah di India yang dalam bahasa Inggrisnya Ram, will you come? Film ini pertama rilis tanggal 19 juli 2013. Sangat telat sekali baru mengetahui film ini dua tahun kemudian. Tapi… pepatah pernah mengatakan… Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan? That’s it!

Film ini bergenre… romantiiisss… ah tidak. Film ini bertemakan romance, romance, romance, romance and comedy! Yoi, film ini begitu romantis dan lucu! And what the movie was done? It’s made me cried and laughed at the same time. What a bloody hell? This is it! A superb movie, yo!

Check it out!

Lucu ya Ram. Gemes deh sama rambut keritingnya
Plot:
Ramaiya Vastavaiyya is one of all great love story yang berkisah tentang Ram dan Sona. Dua orang yang bertemu di pernikahan Ria—sahabatnya Sona dan sepupunya Ram—lantas saling jatuh cinta. Ram begitu mengagumi kepolosan dan kesederhanaan Sona—yang benar-benar berasal dari keluarga miskin. Berbeda sekali dengan Ram yang berasal dari keluarga kaya yang tinggal di Australia. Yang juga telah dijodohkan dengan Dolly—anak rekan kerja ayahnya Ria.

Sona hanya punya seorang abang yang menjaganya sejak kecil—sejak ibunya meninggal akibat tekanan batin yang disebabkan kelakuan ayahnya yang menikah lagi. Raghu bhai bekerja sebagai petani sejak ia kecil hingga Sona berusia 20 tahun profesi yang telah memberinya banyak peliharaan dan berhektar-hektar sawah masih dijalaninya. Memiliki Sona sebagai adik kesayangannya membuat Raghu tempramental, tidak seorangpun pangeran yang diterima lamarannnya dan dia akan membunuh siapapun yang melukai adiknya seperti rekan teman ayahnya Ria—yang cemburu melihat kedekatan Ram dan Sona. Memfitnah Sona sengaja merayu Ram dan menghasut ibunya Ram agar membenci Sona. Di hari penghinaan itu Ram sengaja diperintah membeli sesuatu agar tak tahu tentang tragedi yang membuat Sona dibawa pulang dari rumah Ria. Hingga pernikahan selesai Ria mengatakan yang Sona meninggalkan hatinya untuk Ram. Berupa miniatur kuda milik Sona yang sebelumnya telah diperbaiki oleh Ram—sebab Dolly yang cemburu telah sengaja menjatuhkannya. *kuharapkaumengertisampaisini.

Raghuveer bhai waktu Sona digodain preman. Ganteng ya?

Ram akhirnya menjelma menjadi seperti Raj dalam film DDLJ—forget it! Ram datang ke rumah Sona untuk meminang gadisnya itu pada Raghu. Tapi abangnya Sona—yang terlanjur sakit hati dengan penghinaan keluarga Ram malah menghajar Ram sampai babak belur dan menyuruh anak buahnya untuk membawanya keluar dari daerah mereka. Tapi yang terjadi—Ram datang kembali untuk mengambil tasnya dan membawa Sona. Setelah melewati perdebatan dengan kepala stasiun yang turut berjasa dalam hidup mereka—yang juga sudah dianggap sebagai orang tua—akhirnya Raghu memberikan kesempatan pada Ram agar dapat menikah dengan Sona. Ram pun bersedia merawat seluruh sapi dan mengolah satu hektar sawah yang jika hasil panennya melebihi yang dipanen Rhagu maka Ram menjadi pemenang dan membawa Sona bersamanya.

kamfret scene. Mau lau dapet cowok yang kayak Ram. XD

Hari pertama penuh penderitaan. Pake tangan gitu ngambil pup-nya. Iyuuuu
 Di hari-hari pertama menjalankan tantangannya Ram merasa begitu kesulitan. Bayangkan saja gimana si anak orang kaya harus harus tidur di kandang sapi—menjijikkan sekali. Bangun subuh dan mendapatkan banyak siksaan dari asisten Raghu bernama Afzal. Belum lagi menu makanan yang begitu khas—nasi dengan lauk bubuk cabe. Uuhh… menu itu pun dimakannya sampai habis di depan Sona sampai semuanya habis Ram menjadi kesetanan. Lantas… Sona datang untuk meminta kepedasan itu dari bibir Ram. Apalagi… Then they kissing. Esoknya Ram semakin bersemangat dan melakukan semuanya dengan genius. Hingga ia tidak kesulitan berat melakukan tantangan dari Raghu. Meski begitu rintangannya juga tak usai. Mulai dari kesulitan membajak sawah hingga diputusnya aliran air oleh Afzal—itu orang memang kamfreett! Ram hanya bergantung pada hujan. Dan berkat doa Sona hujan pun turun dengan derasnya.

Ini scene ngingetin gua sama adegan di DDLJ waktu Raj ngasih makan burung sama bapaknya Simran. Bahagianya Sona dicintai dua cowok kece...
Dan di hari penentuan—Ram berhasil memenangkan taruhannya dengan Raghu.
No! cerita nggak selesai sampai dikemenangan Ram karena rekan kerja ayahnya Ria telah mengirim orang jahat—dan orang jahat yang ingin menikah dengan Sona—untuk menculik Sona. Berencana memakaikan kalung suci secara paksa. Penjahat inilah yang sebelumnya berusaha menggagalkan hasil panen Ram. Usut punya usut Rhagu yang telah menambahkan hasil panennya untuk Ram tanpa sepengetahuan Ram. Yup! Raghu sudah luluh oleh Ram. What a gentleman!?!

Oke balik lagi ke penjahat yang menculik Sona. Ha? Lalu apa? Hei, ini film india booo… di mana seorang hero—pemeran utama cowok untuk beraksi melawan para penjahat. Tapi ia tidak sendiri. Ada Raghu Bhai bersamanya. Ciat! Puttaw! Yo! Ram berhasil menebas leher si penjahat. Yeeeaayy! Namun sayang Raghu yang telah mengakui pembunuhuan itu hingga ia dipenjara selama tujuh tahun. selama itu pula Sona tidak menikah dan baru menikah setelah kebebasannya.
Ending yang tragis!

Wow! Ini film komplit. Romens, komedy dan drama kekeluargaan campur jadi satu.


Review ala Bolly-mania (baca: saya)

Charactheristic side
Ramaiya Vastavaiyya dibintangi oleh Girish Kumar sebagai Ram dan Shruti Haasan. Ini film bollywood pertama mereka. Sebelumnya Shruti banyak bermain di film-film Tamil dan Telugu. Sementara Girish putra bosnya TIPS--Home produksi yang memprodukusi film ini. Yup! Di India, Bollywood adalah kasta tertinggi dan jangan heran kalau mereka pada KKN. Mesti ada darah seni di tubuh aktres mereka makanya orang biasa sulit menembus kasta ini. Dalam setahun India bisa menghasilkan ribuan film yang berasal dari daerah-daerah di India. Sementara Bollywood khusus film yang diproduksi oleh Mumbai—karena dulu kota ini bernama Bombay jadilah film produksinya disebut Bollywood yang sekarang bisa disandingkan dengan Holyywood. Hiyah!

Dalam film ini keduanya memainkan peran begitu apik. Huooo… karakternya dapet banget! Yang mana Ram adalah the next Salman Khan yang telah dicap penonton film India sebagai cowok pecicilan dan Sona berkarakter sebelas dua belas dengan Simran. Bedanya, Sona lebih lemah lembyuuuuuutttt! Tapi aslinya… Shruti layak jadi the next aishwarya Rai—satu-satunya aktres yang lebih sering dipasangkan sama berondong. *Hiyah ngasal. Ya pokoknya gitu, meskipun Girish lebih muda gitu dibanding Shruti tapi kemistri mereka dapet banget. Look alike Raj and Simran.

Directing side
Saya sempat kaget kalau film ini disutradarai oleh Prabudheva yang kalau joget badannya kayak nggak punya tulang. Keturunan siluman ular kali ya dia. *eh kok jadi horor? Skip! Meskipun film ini disutradarai oleh si maestro joget tapi film ini nggak banyak-banyak joget kok. Ram only do full dance in first song. Selebihnya, ya joget-joget biasa aja. dan asal tau aja, nih sutradaranya juga kecolongan—jadi guest appreance di salah satu lagu yang mengiringi Ram menuju rumah Sona.

Prabhu-ji menyutradarai film ini dengan sangat keren! Saat menciptakan cerita ini, beliau terinspirasi oleh film Maine Pyaar Kiya--sebuah film blockbuster di tahun 80-an yang dibintangi Abang Sal(lu)man Khan. Ceritanya pun kurang lebih sama. Tentang dua orang yang jatuh cinta dan menemukan banyak rintangan untuk bersatu. Bedanya kalau MPK--Prem harus berhadapan dengan Ayahnya Suman sementara Ram harus berhadapan dengan abangnya Sona. Itu saja sih bedanya. Dan betapa si sutradara membuat film ini sama kerennya dengan MPK--juga DDLJ.

Dan yang membuat saya kagum—doi nggak perlu menunjukkan adegan kissing secara utuh seperti yang dilakukan KJo pada debut Siddarth dan Alia di film Soty. Prabhu cuma pake trik kamera saja dan tidak ada si seksi seksi yang terlalu membuka aurat berlebihan di film ini. Prabhu seolah menyajikan—inilah film india yang asli. Yang penuh kepatuhan terhadap tradisi dan menjadikan dasar-dasar agama sebagai kebudayaan—yang mana di tahun 2005 ke atas telah lama dipengaruhi kebudayaan barat. Love it! Saya seperti melihat remake DDLJ yang begitu superb di tangan Prabhu-ji. Kayaknya gua mau nyari hasil directingnya yang lain deh. Mulai ngefans karena doi udah mengaduk-aduk emosi saya. Ya nangis, ya ketawa. Nangis sambil ketawa. Pokoknya keren binggo deh! 10 bintang untuk film ini.
 
Sutradaranya numpang lewat
Kelebihan menurut saya
Seperti yang pernah saya jabarkan. Film ini seolah mengembalikan wajah film Bollywood yang sesungguhnya. Yang dipenuhi kebudayaan timur dan tidak mengikuti sekali budaya barat. Film ini romantis, tanpa harus mengikutkan adegan ranjang ataupun kissing.

Kelemahan film ini menurut saya cuma ada di...tidak dijelaskan bagaimana ibunya Ram luluh dan menyetujui hubungan Ram-Sona. Gitu aja datang di akhir cerita dengan senyum merekah.

Ah, film ini pokoknya keren banget lah! Tonton dan menangislah sambil tertawa. Yo!
Salam… something something!? *alaRam

14 komentar:

  1. india india an ya ini...hehe
    eh artinya acha acha nehi nehi tu apa ya?
    abaikan...

    okay, filmnya lumayan bagus si....ceweknya juga wkwk...kalo gue si lebih suka film ttg anak kayak tare zamen par, atau semacam 3 idiot, PK, atau yg tokoh utamanya Don itu...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kedukaan kamu bagus banget. Kamu masih milih milih dong ya berarti kalau nonton film india ehehehe... Pasti film DDLJ belum nonton juga. *ditimpuk

      Hapus
  2. Gue sebenernya gasuka film bolywood. cuma pas abis baca ini gue jadi menyadari bahwa film ini emang pure banget india, engga make campur tangan adegan2 film barat/timur. Keren deh ini film. Lanjutkan review filmnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu udah nonton? Iya loh film ini film india banget ehehehe... Tapi nyanyinya nggak pake acara muter-muterin tiang kok ehehehe

      Hapus
  3. baca endingnya
    yup saya setuju kalau ini dibilang agak beda dari beberapa film india yang pernah saya tonton sebelumnya

    biasanya di akhiri dengan bahagia antara si tokoh utamanya
    tapi ini di akhiri sedikit trgis soal kakaknya walau akhirnya mereka beneran nikah tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu nangis juga ga nontonnya? aku masih meski udah diputer ulang puluhan kali. Sama nih kasusnya kayak nonton Kuch kuch hota hai kalau ditonton ya nangis lagi ehehe

      Hapus
  4. gag begitu suka sama bollywood, tapi dulu wktu masih awal 2000an ssering lihat film bollywood soalnya emak gue seneng baget sama film bollywood jadi mau gag mau ya lihat..
    dari sekian banyak film hollywood gue demen sama slumdog millionaire tu..
    tapi klo film bollywood yg kekinian udah gag tau. gag pernah ngikutin soalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kamu nonton juga yg ini sama emak kamu. Yakin deh emak kamu juga nangis nontonya ehehe

      Hapus
  5. Waduh... Ngomongin india ya? Em... Keknya serunya koment pake lagu India, ni. Bentar, ya. Nyalain lagu India dulu..

    Ehm, hak ko hamise.. (Halah gue gak ngerti lagu India). Dari review yg dibuat, gue jadi iku nyesel baru tau film ini tahun 2015. Harusnya tahn lalu, tapi gak apalah. Kesan dan kekerenan film India yg selalu buat gur kagum adalah tentang kepekatan budaya. Syahlut sama filmnya, karena hampir semua unsur ada di film ini.

    Semoga ada review lainnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya tahunya udah tahun lalu tapi nontonnya baru tahun ini. Ehehe nangis juga ga pas nonyonnya?

      Aku juga review film Barfi loh. Scrool deh ke bawah ehehe

      Hapus
  6. Sebenarnya masih belum terlalu paham sama plot yang lu ceritain, tapi pas baca bahwa di film ini jarang ada scene kissing dan joget erotis dengan pemain yang sekseh-sekseh, gue jadi tertarik nonton. Karena kebanyakan film India sekarang, yang pernah aku tonton pas temen-temen pada nonton, banyak hal yang tidak patut dilihat menurut Ku ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya review saya agak berantakan ya ehehehe... Iya nih, film india yg kebarat baratan bikin males. pokoke yg ini film india banget. Harus nonton pokoke ehehe

      Hapus
  7. Yeayyy aku ada temanyaaaa. Aku juga suka bollywood dri dulu jaman sd. Cuman krena terbentur kseibukan skrng krng tau artis2 baru kyk yg kmu sebutin. Tpi aku bca sekilas tuh critanya ya gitu2 aja sih yaaaa...tapi pengorbanan yg ditunjukkan cowoknya keren gilak demi mndptkan cintanyaa...romance dan agak thriller yah..nice!

    BalasHapus
  8. Wow, film India. Gua cuma pernah nonton film 3 Idiots doank nih. Ada ga sih film India yg mirip-mirip 3 Idiots gitu? Lucu, tapi bermakna. Minta rekomendasinya donk =)

    BalasHapus

Jangan malu- malu untuk berkomentar. Silahkan berikan komentar terbaik anda ^_^ Xie Xie Ni