Kamis, 09 Februari 2017

ME TIME



Hasil gambar untuk me time


"Ada saatnya dalam hidupmu,
engkau ingin sendiri saja bersama angin,
menceritakan seluruh rahasia,
lalu meneteskan airmata." -- Bung Karno 1933)

Aktivitas yang padat, kadang bikin kita butuh waktu sendiri. Waktu yang benar-benar sendiri. Seperti di dalam kamar, melakukan hal-hal yang sederhana seperti tidur, makan dan bermalas-malasan. Setiap orang butuh me time sekali-kali. Dengan begitu tingkat stress berkurang.

Tapi me time versi saya berbeda. Bahkan jauh berbeda dari yang umum. Entahlah... Apakah versi saya ini masih bisa disebut  me time atau tidak.

Me time versi saya adalah, pergi ke tempat-tempat ramai sendirian.


Selama di Jakarta, kemana-mana saya selalu ditemani. Have fun banget. Saking senangnya saya sampai lupa, apa bisa selamanya have fun bareng teman seperti sekarang? Suatu hari yang tertawa bersama saya pasti akan menjauh dan tidak punya waktu lagi untuk saya. Sementara saya bukan tipe orang yang gampang beradaptasi dengan orang baru. Canggung, malu dan segala macam. Saya ga bisa terus-terusan bergantung sama orang-orang yang ada di sekeliling saya saat ini. Suatu hari saya pasti sendirian.

Jumat, 03 Februari 2017

PERKARA MELIHAT




Seringkali kita bertanya, apa yang harus kulakukan supaya kau bisa melihatku?

Terkadang kamu hanya perlu mengatakan, tanpa harus bertanya apapun.

Bagaimana kamu bisa terlihat jika kamu terus bersembunyi.

Kamis, 22 Desember 2016

CAPTAIN COOL M.S DHONI


Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya jika saya sangat-sangat-sangat excited banget sama film yang satu ini. Sejak tertarik sama yang namanya kriket, saya mulai keracunan sama pemain-pemain kriket terbaik di India. Awalnya cuma tahu Sachin Tendulkar, kemudian saya pun teracuni dengan kharisma Mahendra Singh Dhoni. Waktu itu penggemar bollywood lagi heboh sama upcoming film tentang kapten kriket India, M.S Dhoni alias Mahi.

Setelah saya nonton pertandingan cricket sendiri beberapa bulan yang lalu saya pun semakin antusias sama film ini. Terlebih film ini menjadi bahan pembicaraan karena akting memukul SSR cukup memukai, dan semua orang menunggu kemunculan Dhoni dalam film meski hanya di bagian akhir.


Captain Cool M.S Dhoni

Mahendra Singh Dhoni terlahir di keluarga cukup sederhana. Ayahnya seorang operator pompa di Ranchi dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Awalnya, Mahi tidak tertarik pada kriket karena olahraga tersebut punya bola yang sangat kecil. Ia lebih terobsesi dengan sepak bola. Namun kurangnya personel tim kriket sekolah membuat pelatih menantang Mahi. “Apakah kau takut bermain dengan bola yang kecil?” Mahi pun merasa tertantang dan datang untuk mengikuti latihan sebagai wicket keeper. Sejak hari itu, Mahi lebih tertarik pada cricket. Namun sayang, Mahi tidak diperbolehkan memukul bola oleh pelatihnya. Ia hanya boleh berlatih menangkap bola dan menangkap bola. Suatu hari, pelatih terlambat datang dan Mahi memanfaatkan kesempatan itu untuk memukul. Hasilnya pun diluar dugaan, pukulan pertama Mahi mencetak banyak 6 runs.

Rabu, 14 Desember 2016

AZHAR-Biopic Movie of Captain India

AZHAR


Beberapa hari yang lalu, saat mengalami stuck di kantor, saya iseng cari-cari film di website layat kaca. Kali aja fantastis beast udah nongol. Tapi begitu buka website-nya saya lebih tergiur sama film India—film FB nya juga ga ada sih, jadinya saya klik tombol ‘india’ dan menemukan banyak film. Apalagi di halaman pertama film MS Dhoni langsung terpampang. Saya jadi jejeritan. Pengin langsung nonton tapi saya ingat kalau sebelum MS. Dhoni rilis ada film biopic tentang kapten kriket India juga, Azhar. Alhasil saya memutuskan untuk memilih menonton Azhar dulu. Apalagi heroine-nya Prachi Desai. Saya pun langsung cuuuss ke Azhar terlebih dahulu.

AZHAR, Sebuah Film Biopic Seorang Kapten Kriket Terbaik India



Azhar adalah film biopic dari seorang kapten kriket India bernama Mohammad Azharuddin (Azhar). Cerita dimulai ketika Azhar dilahirkan di sebuah keluarga kelas menengah di Hyderabad. Kisah berlanjut ketika ia bermain kriket dan seorang teman meledeknya. Azhar marah namun kakeknya menasihatinya untuk menggantikan kemarahannya dengan kemampuan memukul. Nasihat itulah yang kemudian membawa Azhar menjadi seorang pemain kriket di kemudian hari. Hal yang menyedihkan, saat Azhar mengikuti seleksi sang kakek telah tiada. Bukannya pulang Azhar malah semakin semangat mengikuti tes karena ia telah berjanji pada sang kakek bahwa ia harus menyelesaikan 100 pertandingan seumur hidupnya.

Rabu, 30 November 2016

BIG THANKS TO CENDOL



Saya (jadi) suka menulis sejak saya jatuh cinta pada seseorang 12 tahun silam. Awalnya saya menulis puisi ala ebege alay yang rima-nya awut-awutan yang seiring berjalannya waktu menulis puisi saya tinggalkan. Berganti dengan cerita pendek, lalu lambat laun novel pertama saya tulis dibangku SMA. Jangan tanya bagaimana tulisan pertama saya, dih, malu banget kalau saya buka lagi itu novel. EyD acak-acakan dan alurnya terlalu FTV. Maklum sih, dulu saya nulis novel karena kebanyakan nonton FTV. Dan dari hobi nonton itulah saya pun bercita-cita menjadi penulis skenario di PH yang saya suka banget. Tapi lama kelamaan cita-cita itu semakin tersingkir karena saya tahu menulis skenario itu ga gampang. So, saya mengambil keputusan untuk tetap menulis novel saya.

Kamis, 27 Oktober 2016

Movie Review - INFERNO



Awalnya saya berprinsip tidak ingin memperkaya produser luar negeri terutama orang-orang barat dengan menonton filmnya di bioskop. Kalau filmnya seru, penginnya download saja atau beli bajakannya. Tapi kali ini prinsip itu terpatahkan ketika Pimred Penerbit Loka Media nraktir nonton film Inferno. #nyengir

Jadi ya saya mau-mau aja. Ditraktir ini. Dalam bayangan saya, film ini akan sama kayak video clip para singer hollywood, yang banyak adegan esek-eseknya, tapi ternyata…

Kamis, 20 Oktober 2016

21 Years of DDLJ and Still Counting

20 Oktober 1995 saya bahkan masih berumur 3 tahun. Masih lucu-lucunya, lari ke sana ke mari dan belum ngerti sama tontonan apapun. Kalaupun ada mungkin itu tontonan orang kawinan, bukan film. Sementara di masa itu telah terjadi satu peristiwa yang sangat-sangat berjasa bagi saya khususnya dalam karir kepenulisan saya.



21 tahun yang lalu, lahir sebuah mahakarya dari seorang Aditya Chopra, berjudul ‘Dilwale Dulhania Le Jayenge’. Sebuah film romantis yang hingga kini masih diputar oleh salah satu bioskop di India, Maratha Mandir. Yang menjadi salah satu film romantis sepanjang masa yang wajib kamu tonton sebelum kamu died XD.

Bicara soal ‘Dilwale Dulhania Le Jayenge’ atau ‘DDLJ’ merupakan karya debut dari seorang Aditya Chopra, putra sulung dari founder Yash Raj Film, Yash Chopra. Adi menulis sendiri kisah romantis ini, lalu membungkusnya dengan sangat apik. Terbukti dengan banyaknya pasang mata yang memuji dan mengapresiasi karyanya tersebut. DDLJ telah memenangkan sepuluh tropi Filmfare, ajang penghargaan terbesar India atau biasa disebut oscar-nya India.


Dilwale Dulhania Le Jayenge
DDLJ menceritakan tentang dua anak manusia yang tinggal di London. Keduanya bukan siapa-siapa sampai akhirnya tidak sengaja bertemu dalam perjalanan berkeliling Eropa, Raj dan Simran. Hubungan mereka tidak mudah awalnya karena Raj adalah seorang player yang dibenci Simran, seorang gadis introvert. Raj dan Simran terus dipertemukan dan hubungan mereka semakin kacau. Hingga satu keadaan membuat mereka berdamai lalu akhirnya saling jatuh cinta. Raj dan Simran tidak menyadari perasaan tersebut sampai akhirnya mereka kembali dari perjalanan. Yang sayangnya, perasaan Simran ditentang oleh ayahnya yang telah menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya.