Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

CURCOL BAGIAN IX

In The Night...

Paska dicabutnya arus telepon di daerah rumah saya, saya jadi nggak bisa internetan seperti dulu. Saya sangat kesal sekali begitu modem saya nggak ada jaringannya sama sekali. Padahal provider

CURCOL BAGIAN VII



Ah, lupa! Kenapa nggak cerita tentang ini aja tadi? Hah??? Baiklah, saya mau cerita lagi. Kali ini tentang sebuah perenungan yang terilhami dari sebuah film. Gak usah nebak-nebak film apa. Yang jelas saya nggak mau bahas film barat. Bagi saya, sekeren-kerennya film hollywood, kalau pesan dari film tersebut nggak bisa saya tangkep, berarti film itu nggak keren. Hah!

Oke langsung aja. Saya mau cerita film Tara Rum Pum. Ini film India lima taon yang lalu kalo nggak salah, dan iya bener. Ini film keluarga besutan negaranya SRK. Haha... Udah kalau gak suka india sih jangan lanjut baca. Tutup aja nih blog sayanya.

Tara Rum Pum berkisah soal dua insan yang menikah tanpa restu tapi saling MENCINTAI. Si Cewek rela dicoret dari daftar nama pewaris demi pembalap sekeren  ARVI! *lupa nama ceweknya bah! Si Pembalap ini, sudah terkenal karena sering menang lomba balap. Eh apa ya namanya, saya nggak tahu. Di awal-awal film diceritakan kemenangan si Arvi, sampai akhirnya dia kalah balap. Dia mengalami kecelakaan dan terpaksa harus istirahat. Alur cepat karena langsung diceritakan keluarga Arvi setelah setahun kemudian. Setelah setahun dia balik lagi ke arena, dan tetap kalah! Singkat cerita, Arvi dipecat dan dia bangkrut karena harus membayar hutang. Bahkan si cewek sampai rela menggadaikan cincin pernikahan mereka.

Curcol Bagian VI



Hari ini berlalu biasa-biasa aja. Masih sedikit galau dan, apa ya? Ada yang kurang sepertinya, tapi saya sendiri nggak tahu apaan?

Mmm, sampai detik ini saya nggak tau mau curcol tentang apa? Baiklah, saya mau curcol tentang apa yang saya ingat hari ini aja.

Bangun tidur tadi udah biasa aja. Seperti biasa, bikin teh dan siapin makan pagi mamak yang masih belum bisa ngapa-ngapain. *duh, emak, cepat sembuh dooong... T.T
sempat sih tadi keluar belanja. Ya terpaksa sih, karena saya itu malesan keluar rumah karena males pake baju. *eh.

Seperti yang pernah saya bilang, semenjak Mamak sakit, saya malesan molo. Ditambah lagi tadi abang mopen nggak narik. Jadi deh makin males kuliah. Eh tapi saya segera insyaf. Kuliah juga deh akhirnya. Nyampe di kampus tetep aja nggak ada yang cetar. Hah! Paling tadi dengerin cerita makcik hetty about her problem. Duh, sabar ya makcik... Oh ya tadi si leader juga sempet cerita tentang yoon eun hae. Saya dengerin aja. balas budi, biasanya dia juga sering dengerin saya curcol tentang kegantengan joe cheng. Haha...

Kamis, 23 Mei 2013

CURCOL BAGIAN V

Hei, ini sudah berapa hari aku menyendiri, tapi kok masih bad mood ya? Yah, lagi-lagi saya harus curhat di blog. Ndak papa deh, paling juga yang baca si Hadi doang.

Tadi malem, pas saya lagi-lagi nggak bisa tidur, kalo gak salah jam 1 gitu deh. Kalau di TV swasta pasti udah gak ada acara kece. Nah, saya pindah ke more TV. Lagi muter film taiwan. Yaudah saya nonton itu aja. Film itu tokoh utamanya cewek tomboy. Nah, di drama ini dia direbutin dua cowok tampan dan tajir. Awalnya sih nontonnya gak konsen, karena saya lagi dengerin lagu Tarara rumpum di headset (lho?), tapi lama-lama saya mikir. Dia tomboy begitu, dua cowok tampan rela bonyok-bonyok demi dia. Padahal kan kalau asli nyata, nggak ada kali yang rela sampai segitunya. Apalagi kalau ceweknya nggak CANTIK!

Rabu, 22 Mei 2013

Curcol Bagian IV

Saya belum puas. Jadi izinkan saya terus berceloteh di sini. Ini masih soal galau gak jelas. Haha... kalau ga suka mending udah ga usah baca aja. Blog juga punya saya. 

Mmm, mulai dari mana? Saya nggak tahu apakah keputusan saya untuk menyendiri ini sudah tepat. Terakhir saya ketangkep abang mopen sedang terdiam di dekat pintu. Saya kalau nggak pegangan mungkin udah jatuh. Sempat juga mikir, gimana kalau saya lompat aja dari mopen ini. Biar sakitnya sekalian sampai ke fisik. Tapi, akal sehat saya masih mendominan. Iya kalau pas lompat ada matras yang nampung, kalau malah digiles kendaraan lagi? Aauuuww, saya gak sanggup ngebayangin kalau saya malah jadi cacat. Terus kan mamak sakit, siapa yang ngurusin saya nantinya? Dan oh, biaya RSnya? Kenapa gak kepikiran, mending biayanya buat tambahan si dedek kalau lulus di jepang. Saya jadi ngerasa kayak orang setress. Mikirin yang aneh-aneh dan gak jelas 

Curcol Bagian III

Tentang Sebuah Lagu... 

Saya nggak tahu kenapa saya ketagihan curcol di blog. Padahal seharusnya curhat di blog lebih memalukan ketimbang face to face. Tapi entah kenapa saya lebih malu kalau harus curhat sama seseorang. Jadi kayaknya saya curcol di blog aja lagi. Paling juga yang langganan baca si Hadi. 

Sesuai dengan sub judul curcol saya kali ini, saya mau cerita tentang lagu pengusir kegalauan saya. Serius! Rasanya ini kegalauan yang terlalu parah, saya juga belum ada mood membicarakan hal hal penting di WA. Kecuali kalau darurat ya di balas seadanya aja. Saya masih ingin menyendiri, entah sampai kapan. Perasaan sama kondisi saya masih belum memungkinkan untuk kembali seperti semula. Mamak masih sakit, ditambah lagi inbox seorang abang warnet yang bilang mau pindah. Saya jadi makin sedih. Siapa lagi yang akan ninggalin saya setelah ini? Kayaknya saya gak kuat kalau denger sebuah perpisahan. 

Senin, 20 Mei 2013

CURCOL BAGIAN II


Oke, di sini saya mau curcol. Beneran nggak tahu harus mulai dari mana? Sebenernya curcol di blog juga bukan sebuah pilihan. Habisnya saya nggak tahu harus curcol ke siapa? Biasanya sih ada. Ada temen saya yang sering jadi tempat curcol saya. Namanya Aida. Tapi dia sibuk banget sama kerjaannya. Saya juga tengsin mau curhat. Takut nggak didengerin khusuk. Nah terus saya buntu. Saya uring-uringan. Nggak tahu mau curhat ke siapa. Ke Tuhan, udah kayaknya. Sampe nggak sadar udah kayak korban poligami, saya meraung-raung gitu sambil sujud. Nyesek banget. 

Saya putus asa, beneran nggak tahu harus ke siapa curhat? Ke Hadi? Ntar malah di ketawain? Ke Ceu Mega? Sama, takut diketawain juga, apalagi ke Dion. Huh, tuh orang mana pernah mau ngerti sih? Paling juga jawabannya makin bikin nyesek. Ke Mas Arling, haduh, saya nggak punya muka mau curcol kegalauan saya sama dia. Nggak akan ada yang bisa ngertiin gimana rasanya ada di posisi saya. Serius, pasti nggak ada. Padahal kalau ngegalau yang bisa ngademin tuh biasanya cuma pertanyaan lembut. Kan saya wanita, otomatis saya juga suka dilembutin. Ditanya baik-baik, saya kenapa. Nah ini, Nge WA nanya yang penting. Yaudah makin sebel dan makin GALAU.

CURCOL BAGIAN I


Kalau seseorang mencintaimu, dia juga harus mencintaimu apa adanya. Jika dia mencintaimu setelah perubahanmu, itu bukan cinta namanya. Tapi perjanjian. Dan sayangnya tidak ada perjanjian dalam cinta.
--Sanjana--

Serius! Kalimat ini bikin saya merinding dan nyadar. Saya nggak mesti berubah jadi cantik buat dapetin hati seseorang. Saya nggak mesti melakukan apa yang kamu suka sedangkan saya nggak nyaman, toh akhirnya perasaan kamu nggak bakalan berubah. Saya menyesal. Saya nggak boleh jadi cantik hanya untuk merebut hati kamu. Toh kalau nantinya kamu berhasil saya miliki seutuhnya karena kecantikan saya, besok-besok saya yakin kalau ada yang lebih cantik kamu pasti BAKALAN BERPALING DENGAN ALASAN DIA LEBIH CANTIK!

Jadi, mulai detik ini saya mau jadi diri saya sendiri. Saya nggak fanatic sama english song, biarin aja. Saya lebih suka lagu india, bodo amat. Saya nggak feminim, eh yang penting saya bisa lari make heels 10cm. saya nggak fashionable, biarin, yang penting saya nyaman sama apa yang saya pake. Saya nggak cantik, nggak papa. Yang penting saya nggak juling, nggak sumbing, dan nggak bonsai. Ahiy. Begini saya ya beginilah saya. Saya nggak akan mau lagi berubah jadi begitu demi siapapun dan apapun. Toh saya juga masih sering di bully di grup WA.  *Nyindir ini yah?

Kamis, 10 Mei 2012

HE IS JOE CHENG

"Yuk mampir ke blogku yuk!" kataku sambil mencantumkan link blogku.
"Oke!" katanya.
Beberapa detik kemudian...
"Liat background blog kamu berasa kayak blog KPOPERS!"

KYAAA?? KPOP?
*tepok kepala.

Pernyataan ini membuat saya galau. Haduh, itukan fotonya Joe Cheng (baca: idolaku). Joe Cheng bukan orang Korea, tapi Taiwan. Wah, mentang- mentang lagi demam K-POP semua yang sipit- sipit dibilang orang Korea. Padahal, sangat mudah sekali membedakan orang korea dengan orang Taiwan. Terlihat jelas pada bentuk matanya dan warna kulitnya. Ya walaupun sama- sama sipit dan berkulit putih, namun keduanya tetap jauh berbeda.

Cukup membuat galau beberapa bulan ini. Mungkin mereka tidak mengenal Joe Cheng. Maka dari itu saya membuat postingan ini. Saya akan memperkenalkan siapa Joe Cheng (baca: suamiku) itu.

Check it out!

Selasa, 27 Maret 2012

IN MEMORIAN

IN MEMORIAM MY BELOVED GRANDMA


 GrandMa

Masih belum percaya kalau Nannyku tercinta sudah tiada lagi di dunia ini. Rasanya ini mimpi. Dan ketika aku bangun besok, masih ada Nanny yang menemaniku sebelum aku berangkat kuliah. Tiada lagi yang bisa kucium tangannya ketika aku berangkat kuliah. 

Aku kangen senyuman Nanny. Aku rindu gurauan atau bahkan rumpian bersama Nanny. 

Kini satu-satunya Nanny yang sayang sama aku sudah tiada lagi. Yah, beliau bukan Ibu Bapakku, beliau juga bukan Ibu Emakku. Tali persaudaraan diantara kami cukup jauh. Tapi kasih sayangnya sama seperti nenek kebanyakan kepada cucunya.

Pernah Nanny bilang begini sama aku "Dia kan bukan siapa- siapa nenek, jadi nenek takut-takut melarangnya. Biarin aja situ. Kalau kau iyalah. Kau kan cucu nenek, jadi masih bisalah kau nenek repetin!" Sejak mendengar kata- kata itu aku jadi tersanjung dan mulai merasakan kasih sayang seorang nenek yang selama ini aku idamkan. Yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. 

Benar, sebelumnya aku tidak pernah disanjung oleh nenek kandungku sendiri. Mereka tidak peduli dan sepertinya tidak menganggapku ada. Bertahun- tahun aku minta kepada Tuhan supaya aku diberi kasih sayang dari kedua Nenek dan Kakekku. Tapi semua itu sirna karena mereka nggak peduli (maklumlah, cucunya bukan aku aja. Tapi kurang adil juga sih.) Lewat nenekku ini aku tidak perlu meminta hal itu lagi. Karena ia bisa memberikan kasih sayang double. sebagai seorang nenek, dan juga kakek. Aku merasa hidupku sudah lengkap, keluargaku sudah lengkap semua.


Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Tepat berselang 6 tahun dari kepergian suaminya, ia juga pergi. Bahkan dihari terakhirnya ia masih bisa tersenyum. Ia tampak lebih cantik dari biasanya. Aku tidak boleh sedih, karena ia juga pergi dengan senyuman. Yah, dia cantik sekali.

Kehilangan sudah tentu. Tapi aku mencoba untuk ikhlas demi kebahagiaannya di sana. Mungkin tidak hanya aku yang merasa kehilanga, semua yang pernah dekat dengannya juga merasa kehilangan sekali. Karena di masa hidupnya, ia memang penyayang dan disayang semua orang. 

Nanny, kau panutan dalam hidupku.
You look so beauty on your last day. Your kindness will be remembered. keep smiling in the arms of God, grandma. ♥ :')
I will always pray to your happiness :)


Aku menyesal tak pernah memelukmu seperti Teh Dera memelukku. Dan sekarang aku juga tak akan bisa memelukmu lagi T.T

Jumat, 23 Desember 2011

GALAU - SASTRA ITU APA?



                Siapa yang berani mengatakan Ayat- Ayat Cinta bukanlah hasil Sastra? Siapa yang pernah mengatakan Eiffel Im in Love bukan Sastra? Kamu? Lalu apa sastra itu sebenarnya?

Selasa, 12 April 2011

MR. Cu3x

Perlu kalian tahu, setiap insan punya seorang yang istimewa di hidupnya. Tidak di pungkiri tentu juga aku mempunyainya.Seorang yang bisa membuat hidup kita bersemangat. Seorang yang istimewa itu  tidak tentu ia adalah pacar. Bisa seorang yang sangat di kagumi.

Dan ini lah seorang yang aku kagumi selama hidupku.

                Mr. Cu3x !
Mr Cu3x adalah seseorang yang mampu membuat mataku tak bisa berkedip ketika memandangnya. Membuat jantungku lebih cepat berdetak dari biasanya.
Dia adalah seorang yang bisa membuat ku jatuh cinta padanya.